Saat ini, sambil memandang langit biru, aku duduk sendirian di kursi
rodaku, tanpa seorangpun. Mengingat bayang-bayang kenangan yang seakan
pernah terjadi.
Ah, sebenarnya, siapakah mereka?
Saat
kupejamkan mataku, kulihat mereka, tersenyum gembira ke arahku. Semua
itu seakan hal yang paling menggembirakan dalam hidupku.
Aku
membuka mataku, tersenyum melihat langit musim semi yang cerah. Hari
ini, aku menggambar lagi--menggambar wajah-wajah mereka bersamaku di
tempat-tempat yang seakan aku pernah berada di sana.
Kau
tahu, aku sebenarnya sangat merasa sendirian. Aku heran, kemanakah yang
lainnya? Aku rindu masa-masa itu, masa-masa dimana kalian semua berada
di sini.
Kemanakah kalian semua?Dan lagi, saat aku
menutup mataku, aku seakan melihat figurmu bersama orang-orang itu. Kau
tersenyum, melambaikan tangan ke arahku. Berteriak ceria memanggil
mamaku. Tapi, seakan itu bukan dirimu. Itu figur yang lain, tapi mengapa
aku merasa itu dirimu?Dan jauh di dalam pikiranku, sebuah drama yang
seakan pernah terjadi, terulang lagi.
"Hey, ayo, kita sedang perang!" mereka berseru padaku.
"Perang...?"Mereka tersenyum ke arahku.
"Ya, kita berperang melawan takdir kita yang kejam," serunya sembari mengangkat tangannya, dan menepuk tanganku.
Aku tersenyum, berlari ke arah mereka, siap melawan takdir dan menemukan harapan yang tersembunyi di musim semi ini.
Drama
yang begitu indah. Apakah itu pernah terjadi? Apa itu cuma halusinasiku
belaka?"Kapankah kita bisa bersama lagi?" kubayangkan suaraku menggema
di dalamruangan yang ada di dalam dramaku.
Lalu
seseorang, seperti dirimu, memelukku erat. Berkata dalam
senyumannya."Kita akan selalu bersama, sampai akhir dari dunia tanpa
akhir ini."
Aku membuka mataku, mengenggam pegangan
kursi rodaku. Berusaha berdiri tegak, mencoba menantang takdir yang
kejam seperti drama dalam pikiranku.Kuharap, kalian ada disini.Kalian
yang selalu muncul dalam kenanganku.
*"Jika
kau sendirian, ikutlah bersamaku."Saat aku menoleh kebelakang,
kalian--yang muncul dalam bayang-bayang kenanganku---berlari ke arahku,
dengan senyum cerah kalian. Aku tersenyum. Bahagia.Kalian nyata,
benarkah?Saat tangan kalian menepuk tanganku, akuingat akan semuanya.
Kenangan-kenangan itu nyata. Drama itu, pernah terjadi dalam
kehidupanku.
Kita bersama menatap langit musim semi,
berkata, "langit yang begitu kurindukan". Dan saat itulah, aku bertemu
denganmu lagi. Tersenyum ke arahku.
Kita bercerita
tentang masa-masa lalu yang begitu kejam. Salah satu dari kita berkata,
"ayo ubah takdir kita, majulah ke masa depan," dan disambut dengan
anggukan ceria kita.
Di sore hari musim semi ini, kita kembali bercerita. Berharap hari ini akan berlangsung selamanya.
"Ingatkah kalian tentang petualangan itu? Yang terjadi di dalam markas rahasia kita, yang kemudian terlupakan."
"Petualangan mencari kebahagiaan yang sesungguhnya."
"Ya.
Dan aku yakin..." kalian menatap langit, dan berkata bersama, "itu
pasti ada,di luar sana, sejauh apapun itu."Aku menutup mataku, bahagia.
"Apakah kita akan bertemu lagi?"Kalian tersenyum.
"Tentu saja."
"Aku
harap, kita akan terus mengingat ini dan bertemu lagi, di suatu
tempat."Kulihat senyuman ceria kalian, lalu kututupmataku lagi, bahagia.
Dan saat aku membukanya, kalian semua telah hilang, tergantikan dengan tubuh-tubuh yang bersimbah darah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar