Rabu, 04 Juni 2014

Kenangan?

Saat ini, sambil memandang langit biru, aku duduk sendirian di kursi rodaku, tanpa seorangpun. Mengingat bayang-bayang kenangan yang seakan pernah terjadi.
Ah, sebenarnya, siapakah mereka?
Saat kupejamkan mataku, kulihat mereka, tersenyum gembira ke arahku. Semua itu seakan hal yang paling menggembirakan dalam hidupku.
Aku membuka mataku, tersenyum melihat langit musim semi yang cerah. Hari ini, aku menggambar lagi--menggambar wajah-wajah mereka bersamaku di tempat-tempat yang seakan aku pernah berada di sana.
Kau tahu, aku sebenarnya sangat merasa sendirian. Aku heran, kemanakah yang lainnya? Aku rindu masa-masa itu, masa-masa dimana kalian semua berada di sini.
Kemanakah kalian semua?Dan lagi, saat aku menutup mataku, aku seakan melihat figurmu bersama orang-orang itu. Kau tersenyum, melambaikan tangan ke arahku. Berteriak ceria memanggil mamaku. Tapi, seakan itu bukan dirimu. Itu figur yang lain, tapi mengapa aku merasa itu dirimu?Dan jauh di dalam pikiranku, sebuah drama yang seakan pernah terjadi, terulang lagi.
"Hey, ayo, kita sedang perang!" mereka berseru padaku.
"Perang...?"Mereka tersenyum ke arahku.
"Ya, kita berperang melawan takdir kita yang kejam," serunya sembari mengangkat tangannya, dan menepuk tanganku.
Aku tersenyum, berlari ke arah mereka, siap melawan takdir dan menemukan harapan yang tersembunyi di musim semi ini.
Drama yang begitu indah. Apakah itu pernah terjadi? Apa itu cuma halusinasiku belaka?"Kapankah kita bisa bersama lagi?" kubayangkan suaraku menggema di dalamruangan yang ada di dalam dramaku.
Lalu seseorang, seperti dirimu, memelukku erat. Berkata dalam senyumannya."Kita akan selalu bersama, sampai akhir dari dunia tanpa akhir ini."
Aku membuka mataku, mengenggam pegangan kursi rodaku. Berusaha berdiri tegak, mencoba menantang takdir yang kejam seperti drama dalam pikiranku.Kuharap, kalian ada disini.Kalian yang selalu muncul dalam kenanganku.

*"Jika kau sendirian, ikutlah bersamaku."Saat aku menoleh kebelakang, kalian--yang muncul dalam bayang-bayang kenanganku---berlari ke arahku, dengan senyum cerah kalian. Aku tersenyum. Bahagia.Kalian nyata, benarkah?Saat tangan kalian menepuk tanganku, akuingat akan semuanya. Kenangan-kenangan itu nyata. Drama itu, pernah terjadi dalam kehidupanku.
Kita bersama menatap langit musim semi, berkata, "langit yang begitu kurindukan". Dan saat itulah, aku bertemu denganmu lagi. Tersenyum ke arahku.
Kita bercerita tentang masa-masa lalu yang begitu kejam. Salah satu dari kita berkata, "ayo ubah takdir kita, majulah ke masa depan," dan disambut dengan anggukan ceria kita.
Di sore hari musim semi ini, kita kembali bercerita. Berharap hari ini akan berlangsung selamanya.
"Ingatkah kalian tentang petualangan itu? Yang terjadi di dalam markas rahasia kita, yang kemudian terlupakan."
"Petualangan mencari kebahagiaan yang sesungguhnya."
"Ya. Dan aku yakin..." kalian menatap langit, dan berkata bersama, "itu pasti ada,di luar sana, sejauh apapun itu."Aku menutup mataku, bahagia.
"Apakah kita akan bertemu lagi?"Kalian tersenyum.
"Tentu saja."
"Aku harap, kita akan terus mengingat ini dan bertemu lagi, di suatu tempat."Kulihat senyuman ceria kalian, lalu kututupmataku lagi, bahagia.
Dan saat aku membukanya, kalian semua telah hilang, tergantikan dengan tubuh-tubuh yang bersimbah darah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar